AIF-C01 notes
Optimizing foundation models

Fine-Tuning

Fine-tuning menyesuaikan FM umum untuk tugas atau domain tertentu. Manfaatnya:

  • Increase specificity: memahami nuansa domain
  • Improve accuracy: lebih akurat di tugas khusus
  • Reduce biases: mengurangi bias dari training data awal
  • Boost efficiency: lebih efisien dalam konteks tertentu

Pendekatan fine-tuning

PendekatanFungsinyaCocok untuk
Instruction tuningMelatih ulang dengan pasangan prompt dan output yang diinginkanMengikuti perintah: chatbot, virtual assistant
RLHFSupervised training dulu, lalu reinforcement learning dengan reward model yang dibangun dari feedback manusiaMenyelaraskan output dengan nilai dan preferensi manusia
Domain adaptationMelatih dengan korpus industri, misalnya dokumen hukum atau rekam medisRelevansi dan akurasi di satu domain
Transfer learningMemakai model yang dilatih untuk satu tugas sebagai titik awal untuk tugas lainEfisien, butuh training tambahan lebih sedikit
Continuous pretrainingTerus memberi model data baruTetap update dengan kosakata, tren, dan riset terbaru

Metrik seperti ROUGE dan BLEU serta teknik seperti model pruning bukan metode fine-tuning.

Data pre-training vs data fine-tuning

Pre-trainingFine-tuning
Masif, beragam, cakupan luasFokus pada tugasnya
Dibangun untuk generalisasiSangat relevan dengan output yang diinginkan
KuantitasKualitas di atas kuantitas: dataset kecil yang terkurasi baik sudah cukup berdampak

Langkah kunci menyiapkan data fine-tuning

  1. Data curation: seleksi ketat, hanya data yang relevan
  2. Labeling: label yang akurat dan relevan adalah yang terpenting karena label itulah yang mendorong spesialisasi di domain target
  3. Governance and compliance sesuai regulasi industri
  4. Representativeness and bias checking
  5. Feedback integration: feedback pengguna atau pakar, terutama untuk RLHF

On this page