AIF-C01 notes
Developing ML solutions

Machine Learning Development Lifecycle

ML lifecycle adalah proses end-to-end untuk mengembangkan, men-deploy, dan memelihara model. Urutan fasenya:

  1. Business goal identification: stakeholder menetapkan nilai, anggaran, dan kriteria sukses (KPI).
  2. ML problem framing: mengubah masalah bisnis menjadi masalah ML.
  3. Data processing: pengumpulan, preprocessing, dan feature engineering.
  4. Model development: training, tuning, dan evaluasi.
  5. Deployment: inference dan prediksi.
  6. Monitoring
  7. Retraining

Semua ini butuh kolaborasi antara product manager, developer, data scientist, dan engineer.

Contoh: routing call center Amazon

FaseYang dilakukan Amazon
Business goalMengurangi transfer panggilan karena menu mengarahkan pelanggan ke agen yang salah
Problem framingMemprediksi skill agen yang dibutuhkan: multiclass classification dengan supervised learning dari data panggilan historis
Data collectionFeature seperti pesanan terakhir, kepemilikan Kindle, dan membership Prime
Preprocessing dan visualisasiMembersihkan data, menggabungkan label yang mirip (semua skill Kindle jadi satu), dan mengeksplorasi distribusi label
TrainingMembagi labeled data menjadi training, validation, dan test set, biasanya 80/10/10 atau 70/15/15. Jangan pernah mengevaluasi dengan training data
TuningHyperparameter optimization, misalnya learning rate (terlalu cepat tidak pernah konvergen, terlalu lambat makan waktu terlalu lama), ditambah feature engineering lanjutan
Evaluasi dan deploymentTransfer panggilan berkurang dan customer experience membaik

Feature engineering membuat dan mentransformasi variabel input yang dipelajari model. Model hanya belajar dari apa yang kamu tunjukkan.

On this page